SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

Sambutan Direktur Utama Menyambut Kinerja Tahun 2019

Tahun 2019 kembali menjadi pembuktian bahwa PTBA mampu mempertahankan kinerja positif ditengah kecenderungan penurunan harga batu bara. Di masa mendatang, Direksi optimis dapat menjawab setiap tantangan baik eksternal maupun internal dan mencapai target secara optimal.

Pemegang Saham dan seluruh Pemangku Kepentingan yang terhormat
Mewakili Direksi dan seluruh insan PT Bukit Asam Tbk, yang selanjutnya disebut sebagai "Perseroan" atau "PTBA", izinkan saya menyampaikan laporan kinerja Perseroan untuk tahun buku 2019. Pencapaian kinerja baik operasi dan bisnis Perseroan sebagai pelaku usaha industri batu bara di tahun 2019 patut menjadi apresiasi bagi kita semua, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses operasi dan bisnis Perseroan.

Kebijakan Strategis Tahun 2019
Sebagai produk energi yang digolongkan dalam komoditas, kinerja industri batu bara sangat bergantung dengan supply dan demand pasar. Kondisi perekonomian dunia tahun 2019 yang diprediksi banyak pihak sebagai masa resesi ekonomi memberikan imbas yang besar bagi perekonomian berbagai negara. Meskipun perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah mereda, kondisi perekonomian kedua negara tersebut masih menunjukkan stagnansi. Demikian pula dengan perekonomian negara-negara di Eropa yang masih berjuang atas dampak kebijakan Brexit.

Lesunya perekonomian dunia turut berdampak bagi Indonesia. Badan Pusat Statistik telah merilis pernyataan bahwa perekonomian Indonesia tahun 2019 tumbuh di angka 5,02%, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2018 sebesar 5,17%. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah strategis untuk dapat menjaga perekonomian Indonesia tidak terseret lebih dalam kecenderungan perlambatan ekonomi dunia. Hal ini terlihat dari tingkat inflasi Indonesia selama tahun 2019 sebesar 2,72%, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 3,13%. Hal yang sama juga terlihat pada kurs Dolar AS. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD) di sepanjang tahun 2019 berada pada kisaran Rp13.919 hingga Rp14.525 per USD, berbanding dengan nilai tukar Rupiah disepanjang tahun 2018 di kisaran Rp13.289 hingga Rp15.238 per USD.

Penurunan ini terutama disebabkan adanya kelebihan suplai pasokan batu bara di kawasan Asia Pasifik akibat ekspansi penjualan batu bara dari Rusia dan Kolombia. Ekspansi penjualan batu bara dari kedua negara ini merupakan imbas dari penurunan permintaan batu bara di kawasan Eropa seiring peningkatan penggunaan energi terbarukan pada beberapa negara di wilayah tersebut.

Namun demikian, tak dapat dipungkiri perlambatan ekonomi dunia berdampak besar terhadap komoditas dunia, tak terkecuali batu bara. Rata-rata indeks harga batu bara thermal dunia berbasis fob Newcastle (GAR 6.322 kcal/kg) ditahun 2019 sebesar USD77,77 per ton, turun sebesar USD29,57 per ton atau 27,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD107,34 per ton.

Prospek Usaha Tahun 2020
Tahun 2020 masih akan menjadi tahun yang harus diwaspadai oleh industri batu bara. Proyeksi perlambatan perekonomian dunia yang masih berlanjut, kondisi perekonomian Tiongkok yang belum juga membaik, serta kebijakan domestifikasi produk batu bara India, masih akan menjadi tema besar terkait proyeksi harga batu bara di tahun 2020. Sepanjang bulan Januari dan Februari 2020, Harga Batu Bara Acuan (HBA) masing-masing berada di level USD65,93 dan USD66,89 per ton.

Akhir Kata
Dengan segala keberhasilan yang telah dibukukan ditahun 2019, Direksi menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Dewan Komisaris atas arahan dan kemitraan strategis dalam pengelolaan operasi dan bisnis Perseroan. Direksi juga mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham dan seluruh investor. Demikian pula kepada regulator, pelanggan, pemasok, dan mitra usaha, Direksi mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah tercipta.


Jakarta

Direktur Utama

Arviyan Arifin

Arviyan Arifin

Direktur Utama