PT Bukit Asam Tbk memiliki sejarah yang sangat panjang di industri batu bara nasional

Operasional perusahaan ini ditandai dengan beroperasinya tambang Air Laya di Tanjung Enim tahun 1919 oleh pemerintah kolonial Belanda. Kala itu, penambangan masih menggunakan metode penambangan terbuka.

ALUR KERJA UPTE

 

PRODUKSI

Di tengah kecenderungan harga batu bara dunia yang menurun, Perusahaan tetap berkomitmen untuk meningkatkan laju pertumbuhan produksi batu bara. Komitmen ini dibuktikan dengan terus meningkatnya produksi batu bara secara konsisten, yang diikuti dengan peningkatan kapasitas angkutan kereta api. Hal ini terlihat dari Compound Annual Growth Rate (CAGR) produksi dan kapasitas kereta api dalam kurun waktu tahun 2015 hingga tahun 2019, masing-masing sebesar 8,80% dan 11,31%. Peningkatan kapasitas angkutan kereta api merupakan bagian dari klausa perjanjian pengangkutan batu bara dengan PT KAI (Persero). Perjanjian ini juga turut mendorong Perusahaan untuk terus meningkatkan produksi dengan menerapkan strategi produksi terintegrasi, yaitu fokus pada aspek efisiensi, kualitas produksi, serta menjaga ketersediaan batu bara pada level yang optimal tanpa mengesampingkan penerapan prinsip-prinsip aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

Anak Perusahaan/afiliasi PT BPI dan PT HBAP berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan melalui serap laba sesuai porsi kepemilikan saham Perseroan. Ditahun 2019, laba komprehensif PT BPI dan PT HBAP masing-masing sebesar Rp202,25 miliar dan Rp132,54 miliar. Sehingga kontribusi keuntungan bagi Perseroan ditahun berjalan sebesar Rp179,45 miliar.

Produksi batu bara di tahun 2019 terealisasi sebesar 29.068.924 ton yang terdiri dari produksi Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) sebesar 28.075.437 ton, produksi Unit Pertambangan Peranap sebesar 4.445 ton, dan PT Internasional Prima Coal (IPC) sebesar 989.042 ton. Pencapaian produksi di tahun 2019 ini mengalami peningkatan sebesar 10% dari pencapaian produksi tahun sebelumnya. Dalam rangka optimasi penjualan atas batu bara milik sendiri, maka Perseroan di tahun 2019 tidak melakukan pembelian batu bara.

Uraian 2020 2019 2018 2017 2016 (ton) Uraian (Deviasi) Peningkatan/Penurunan (%)
PRODUKSI
Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE)
• Tambang Air Laya 5.270.842 7.777.286 7.815.650 5.560.381 2.255.269 9.805.949 41
• Muara Tiga Besar Utara (MTB) 7.253.285 7.020.898 5.912.219 5.921.553 2.883.226 (9.334) (1)
• Banko Barat & Tengah 11.710.244 13.277.253 11.640.131 11.893.359 6.089.692 (253.228) (2)
Jumlah Produksi UPTE 24.234.371 28.075.437 25.368.000 23.375.293 18.778.867 1.992.707 9
Unit Pertambangan Peranap 7.451 4.445 2.115 - - 2.115 111
PT Internasional Prima Coal (IPC) 600.538 989.042 985.286 870.505 844.025 114.781 13
Jumlah Produksi 24.842.360 29.068.924 26.355.401 24.245.798 19.623.889 2.109.603 9
PEMBELIAN
PT Bukit Asam Prima - - - 364.669 1.198.358 (364.669) (100)
Jumlah Produksi dan Pembelian 24.842.360 29.068.924 26.355.401 24.610.467 20.822.247 1.744.934 7

PENGANGKUTAN

Perusahaan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) dalam proses pengangkutan batu bara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan Lampung dan Dermaga Kertapati, Palembang. Proses yang dilalui dalam pengangkutan batu bara meliputi:

  • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batu bara yang akan dimuat ke dalam setiap gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS).
  • Pengawasan dan pencatatan distribusi batu bara menuju Pelabuhan atau Dermaga.
  • Pelaksanaan bongkar muat batu bara dari gerbong kereta api menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan Tarahan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga Kertapati.

Uraian 2020 2019 2018 2017 2016 Uraian (Deviasi) Peningkatan/Penurunan (%)
Tanjung Enim – Tarahan 18.226.112 20.783.148 19.670.165 18.261.978 14.706.099 1.408.187 8
Tanjung Enim – Kertapati 5.571.504 3.458.856 3.017.087 3.101.352 3.014.728 (84.265) (3)
Total Angkutan 23.797.616 24.242.004 22.687.252 21.363.330 17.720.827 1.323.922 6

PENJUALAN

Penjualan produk batu bara masih didominasi untuk memenuhi kebutuhan pasar batu bara domestik, dengan komposisi mencapai 60,00% dibandingkan keseluruhan volume penjualan di tahun 2019. Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan atas penjualan yang dilakukan, Perseroan berupaya untuk mendorong penjualan ekspor ke berbagai negara seperti India, Hongkong, Filipina, dan sejumlah negara Asia lainnya. Selain itu, Perseroan juga berupaya menerapkan penjualan produk batu bara Medium to High Calorie kepada pasar premium, dengan tujuan memperbesar margin dan meningkatkan kinerja laba.

Uraian 2020 2019 2018 2017 2016 2015 2014
PENJUALAN
Domestik 14.135.858 16.677.939 13.910.463 14.386.772 12.267.467 10.051.853 9.300.547
Ekspor 11.989.018 11.115.462 10.782.399 9.241.103 8.485.700 9.049.368 8.664.003
Jumlah Penjualan 26.124.876 27.793.401 24.692.862 23.627.875 20.753.167 19.101.221 19.962.550