Sistem manajemen perusahaan dan GCG adalah hal yang sangat vital bagi perusahaan, khususnya perusahaan publik pada umumnya. Oleh karena itu, Perusahaan pada pertengahan 2019 memisahkan antara unit Manajemen Risiko dengan Sistem Manajemen Perusahaan menjadi Satuan Kerja tersendiri. Satua Kerja Sistem Manajemen Perusahaan dan GCG memiliki fungsi diantaranya pengelolaan dan pengendalian sistem yang ada diperusahaan (termasuk diantaranya melakukan review dan evaluasi terhadap sertifikasi Perusahaan), pemantau GCG, dan sistem kinerja perusahaan.

Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi (SMBA)

SMBA diterapkan dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi tersertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 dengan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2015 dan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja (SMK3) ISO 45001:2018. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perusahaan yang dinamis membuat Perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang efisien, efektif, dan diakui secara internasional.

Pada tahun 2020 PTBA memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 dan telah menerapkan Pedoman CSR ISO 26001:2010 sehingga pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) dapat berjalan sesuai dengan best practice internasional.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Perusahaan mengintegrasikan ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Manfaat penerapan SMBA bagi Perusahaan adalah:

  • Proses bisnis yang terkait aspek mutu, lingkungan, dan K3 lebih sederhana.
  • Menghindarkan duplikasi dokumentasi.
  • Mengurangi jumlah audit baik Audit Internal maupun Audit Eksternal.
  • Meningkatkan produktivitas sistem.
  • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem.
  • Efisiensi biaya karena penggunaan Dasar Kebijakan SMBA.

Visi dan Misi

Menjadi partner dan agent direksi yang terpercaya dalam mengelola proses bisnis yang berdaya saing sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).

  • Menyiapkan, menerapkan, mengelola, dan memastikan Manajemen Risiko diterapkan dengan maksimal di Perseroan.
  • Menyiapkan, menerapkan, mengelola, dan memastikan seluruh Sistem Manajemen diterapkan dengan maksimal di Perseroan.
  • Mempertahankan sertifikat sistem manajemen dengan menjamin sistem diimplementasikan sesuai persyaratan.
  • Mendorong terciptanya kebijakan dan best practice secara nasional maupun internasional di Perseroan sesuai prinsip-prinsip GCG.
  • Mendorong semua aktivitas kerja di Perseroan dilakukan sesuai Budaya Perusahaan dan Code of Conduct.
  • Menerapkan prinsip GCG secara konsisten dan berkelanjutan.

Tugas dan Tanggung Jawab Satker MR & SMP

Satker SMR & SMP memiliki tugas dan kewajiban untuk membantu Manajemen dalam mengembangkan, mengarahkan, dan mengendalikan seluruh system manajemen yang diterapkan di Perseroan yang meliputi namun tidak terbatas pada:

  • Sistem Manajemen Mutu (SMM)
  • Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
  • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
  • Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP)
  • Sistem Manajemen Pengamanan
  • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab)
  • Sistem Manajemen Risiko (SMR)
  • Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR)
  • Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP)
  • Sistem Manajemen Kinerja Balanced Scorecard (BSC)
  • Sistem Manajemen Surat dan Kearsipan