Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi [404]

Perusahaan berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi insan Perusahaan melalui program pelatihan, pendidikan, seminar, sertifikasi, dan lain sebagainya. Upaya ini terjabarkan secara eksplisit pada misi perusahaan yakni mengelola sumber energi dengan mengembangkan kompetensi korporasi dan keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah maksimal bagi stakeholder dan lingkungan. Pelatihan dan pengembangan kompetensi ini sebagai upaya regenerasi kepemimpinan di lingkungan perusahaan dan juga bentuk dukungan atau fasilitas bagi pegawai untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu baru serta bentuk aktualisasi diri dalam meningkatkan skill yang harapannya bermanfaat khususnya bagi pegawai dan perusahaan pada umumnya. [103-1]

Perusahaan membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja pegawai yang haus akan pelatihan, ilmu, serta pengalaman pendidikan tanpa memandang gender, ras, agama, dan lainnya. Program pelatihan dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelatihan Tahunan yang disusun berdasarkan Training Need Analysis (TNA) untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan profesi/ sertifikasi. Perusahaan memandang pengembangan kompetensi SDM sebagai investasi jangka panjang yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perusahaan di masa mendatang. [103-2] [6.c.2)a)]

Perusahaan percaya bahwa investasi di bidang pengembangan SDM dapat meningkatkan daya saing Perusahaan ke depan, sehingga Perusahaan tidak ragu dalam menganggarkan dana yang berkaitan dengan pengembangan pegawai. Adapun biaya yang dikeluarkan Perusahaan untuk program pengembangan Sumber Daya Manusia pada tahun 2020 adalah sebesar Rp22.718.402.024. Penurunan tersebut diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang memicu penggunaan metode penyampaian pelatihan secara online yang jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Adapun program-program pelatihan dan pengembangan yang diselenggarakan Perusahaan selama tahun 2020 diuraikan secara rinci dalam tabel berikut. [103-3, 404-2][6.c.2)d)]

Review terhadap Pegawai

Penilaian kinerja pegawai merupakan mekanisme untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja karyawan selama bekerja di perusahaan. Mekanisme ini untuk mewujudkan keadilan, dukungan, serta menetapkan target pencapaian kepada seluruh pegawai. Bagi pegawai yang tercatat memiliki kinerja baik, maka akan mendapatkan penghargaan (remunerasi) berupa kenaikan gaji dan tunjangan, serta mendapatkan promosi jabatan. Sebaliknya, pegawai dengan kinerja yang kurang baik akan mendapatkan punishment. Review dilakukan secara adil berdasarkan prestasi kerja pegawai tanpa membeda-bedakan latar belakang individu. [103-1, 103-2]

Berdasarkan sistem penilaian kinerja individu berbasis teknologi informasi, e-PPKP, hasil PPKP adalah sebagai berikut: A+ = 18,69%, A = 56,98%, B = 22,05%, C = 1,56%, dan D = 0,71%. Sementara itu, untuk pengelolaan kinerja Satuan Kerja dilakukan secara triwulanan (per 3 bulan) dengan metode Balance Score Card (BSC). Berdasarkan review pegawai selama tahun 2020, PTBA telah melakukan promosi terhadap 204 pegawai, rotasi 2.053 pegawai, dan demosi 0 pegawai. [103-3. 404-3]