Pembangkit Bukit Asam,Hasilkan Daya Listrik 266 MW Akhir 2014

Pembangkit Bukit Asam,Hasilkan Daya Listrik 266 MW Akhir 2014

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), badan usaha milik negara di sektor pertambangan, memproyeksikan hingga akhir 2014 dapat mengoperasikan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas total 266 megawatt, menurut eksekutif perseroan. Pasokan listrik itu berasal dari tiga pembangkit, yaitu PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim dengan kapasitas terpasang 3XlO megawatt dan PLTU Pelabuhan Tarahan 2X8 megawatt seta PLTU Banjarsari dengan kapasitas 2X110 megawatt yang akan beroperasi komersial pada semester II 2014. 
 
'Sekitar 16 megawatt (MW) excess power disalurkan ke PT PLN (Persero) dengan hargajual Rp 787 per kilowatthour,' ujar Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, akhir pekan lalu.Bukit Asam saat ini menantikan rencana operasional PLTU Banjarsari yang dikelola oleh PT Bukit Pembangkit Innovative. Pembangunan pembangkit itu hampir tuntas. Kebutuhan batubara untuk bahan bakar PLTU Banjarsari yang mencapai 1,4 juta ton per tahun sepenuhnya dipasok dari tambang Bukit Asam. Sebanyak 59,75% saham Bukit Pembangkit Innovative dikuasai Bukit Asam, 29,5% oleh PT Pembangkit Jawa Bali (anak usaha PT PLN), dan 11,10% oleh PT Navigat Inovvative Indonesia. Joko mengatakan segmen pembangkit listrik akan menghasilkan daya total sebesar 1.506 Megawatt (MW) pada akhir 2018. Daya listrik pembangkit Bukit Asam di antaranya berasal dari PLTU Banjarsari di mulut tambang Lahat, Sumatera Selatan dan PLTU Bangko Tengah 2x660 MW di mulut tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan. 
 
Perseroan memproyeksikan segmen pembangkit listrik berpotensi memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 5,73 triliun per tahun mulai akhir 2015. Proyek PLTU Bangko Tengah dikembangkan oleh PT Huadian Bukit Asam Power. Ini adalah perusahaan. patungan yang dibentuk Bukit Asam dengan China Huadian Hongkong Co Ltd (CH DHK).
 
Sekitar 16 megawatt (MW) excess power disalurkan ke PT PLN (Persero) dengan harga jual Rp 787 per kilowatthour. Bukit Asam memiliki 45% saham pada Huadian BuId.t Asam Power. Sisanya 55% dikuasai oleh China Huadian Hongkong, yang. merupakan anak usaha dari China Huadian Corporation, perusahaan pembangkit listrik milik Pemerintah Tiongkok. Penuntasan masalah pendanaan (financial close) PL TU Bangko Tengah ditargetkan selesai semester I 2014. Setelah itu, dilakukan pembangunan konstruksi selama tiga tahun.
 
Joko berharap pada 2017 PLTU Bangko Tengah mulai commissioning. 'Pasokan batubara untuk pembangkit tersebut sebanyak 5,4 juta ton sepenuhnya dari tambang Bukit Asam di Tanjung Enim,' ujar Joko. Bukit Asam juga masih melanjutkan proyek PLTU Peranap 800- 1.200 MW di mulut tambang di Indragiri Hulu, Riau. PLTU Peranap merupakan proyek kolaborasi bersarna dengan PT PLN (Persero) dan Tenaga Nasional Behard, Malaysia. Produksi listrik PLTU Peranap sebesar 50% di antaranya akan diekspor ke Malaysia. Emiten pertambangan batubara dan energi lainnya, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO),juga menargetkan operasi PLTU Tembilahan, Riau berkapasitas 2X7 MW tahun ini. Perseroan telah mengeluarkan dana untuk proyek tersebut Rp 143 miliar dari total kebutuhan dana yang diperkirakan mencapai Rp 195,4 miliar. Exploitasi Energi juga tengah menggarap proyek PLTU) Rengat di Riau dengan kapasitas terpasang 2x7 MW dengan total investasi Rp 166,7 miliar. Novrianty H Sibuea, Direktur Exploitasi, mengatakan hingga awal 2014 pembangunan PLTU Rengat menelan investasi Rp 62,6 miliar. Exploitasi Energi menargetkan PLTU Rengat beroperasi April 2015. PLTU Rengat saat ini dalam tahap pematangan lahan untuk 10 kasi jetty. Karena kondisi cuaca hujan, tahap pembangunan yang seharusnya tuntas Maret 2014 saat ini baru mencapai 12%. Sementara untuk pasokan peralatan pendukung sudah mencapai 60%. Perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PLN untuk kedua PLTU.
 
Produksi Batubara 
 
Untuk mendukung target produksi batubara 50 juta ton pada 2017, Bukit Asam mengembangkan infrastruktur penunjang. Pada semester I 2014, Bukit Asam menargetkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan dari 13 juta ton .menjadi 25 juta ton per tahun bisa dituntaskan. 'Bukit Asam membangun tambahan satujetty (dermaga) baru dengan kapasitas sandar 150 ribu-200 ribu DWT disamping dermaga lama dengan kapasitas sandar 80' ribu DWT,' kata Joko. Bukit Asam juga membangun tambahan dua alat bongkar batubara dari gerbong kereta api yang baru di samping dua alat bongkar yang ada saat ini. Dengan demikian, pembongkaran batubara di Pelabuhan Tarahan dapat dilakukan untuk empat rangkaian gerbong batubara.Perseroan menargetkan produksi batubara tahun ini sebesar .19,8 juta ton dari Unit Pertambangan Tanjung Enim serta dua anak usahanya, PT Internasional Prima Coal dan PT Batubara Bukit Kendi. Selain produksi sendiri, Bukit Asam juga mengandalkan pembelian batubara dari anak usahanya, PT Bukit Asam Prima dan Internasional Prima untuk menunjang penjualan batubara perseroan.Bukit Asam menargetkan volume penjualan tahun ini sebesar 24,7 juta ton, naik 38% dibanding realisasi penjualan 2013 sebesar 17,8 juta ton. 

By: Alfian 
 
Sumber: Indonesia Finance Today hal 17, tanggal 17 Maret 2014