PLN Segera Bangun Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Malaysia

PLN Segera Bangun Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Malaysia

Jakarta, PT PLN (Persero) menargetkan kajian mengenai interkoneksi Sumatera-Malaysia bisa selesai Juni nanti. Perseroan menargetkan interkoneksi ini bisa selesai pada 2018.

Direktur Perencanaan dan Afiliasi PLN Murtaqi Syamsuddin mengatakan, pihaknya saat ini masih dalam tahap menyelesaikan kajian proyek interkoneksi Sumatera-Malaysia. Kajian tersebut meliputi pengerjaan tambang batubara serta pembangunan pembangkit dan kabel transmisi.Dia menargetkan, kajian tersebut bisa selesai pada bulan Juni.  “Setelah itu kami akan ambil keputusan mengambil model bisnis dan pendanaan proyek ini, “kata dia di Jakarta, Miggu (26/1).

Proyek interkoneksi Sumatera Malaysia bersama PLTU 2.000 megawatt (MW) dan tambang batu bara Peranap akan dikerjakan di PLN bersama PT Bukit Asam Persero dan Tenaga Nasioanl Berhad. Nilai proyek ini diperkirakan merncapai Rp 15 Triliun.

Rencananya, PLN, TNB, da PT Bukit Asam akan membentuk perusahaan patungan (special purpose company/SPC) untuk masing-masing proyek. Murtaqi mengaui sampai saat ini belum ada kesepakatan antara ketiganya terkait model bisnis bersama ini. Ketiganya juga belum menentukan berapa besaran saham masing-masing pihak di perusahaan patungan nanti.

“Angka (saham) itu sudah ada, tetaoi belum disepakati. Kami baru akan mengambil keputusan Juni nanti setelah kajian selesai, “jelas dia. Dirinya mengakui, keputusan untuk menentukan besaran saham ini memag mundur dari jadwal yang ditargetkan selesai akhir tahun 2013.
 
Padahal, sebelumnya ketiganya sudah sepakat menunjuk konsultan transaksi (transaction advisor) untuk mempercepat penyelesaian transmisi Sumatera-Malaysia. Konsultan tersebut akan memeberikan pertimbangan terkait kerja sama ketiganya dari aspek komersial, legal, dan  teknikal. Selain konsultan traknsaksi, rencananya juga akan dilakukan penunjukan konsultan teknis untuk melihat kelayakan masing-masing proyek. 
 
Penunjukan konsultan ini diperlukan agar PLN, TNB, dan PT Bukit Asam bisa membuat satu kesepakatan bersama pada 2013 sehingga lelang dan konstruksi bisa dimulai tahun ini. Apalagi rencana pembangunan ketiga ptoyek ini sudah cukup mundur disbanding jadwal awal. 
 
Terkait pendanaan proyek ini, Murtaqi sebelumnya pernah menyebutkan Asian Development Bank (ADB) telah menyampaikan minat mengucurkan dana untuk proyek ini. Namu belum ada kesepakatan terkait pendanaan. “Tetapi yang jelas normalnya pendanaan proyek ini. Namun, belum ada kesepakatan terkait pendanaan proyek itu ada pinjaman dan penyertaan ekuitas”, ujar dia. Nilai total proyek diperkirakan mencapai Rp 15 Triliun.
 
Interkoneksi Sumatera-Malaysia nantinya mengugunakan kabel bawah laut 250 kilovolt (kV) jenis high voltage direct currenr (HVDC). Jaringan interkoneksi ini dibangun menghubugkan Garuda Sakti, Sumatera dan Teluk Gong, Malaka Malaysia. Untuk sumber setrum, ketiga pihak membangun PLTU Mulut Tambang Peranap ini akan  berkapasitas 800-1.200 MW dan bisa ditambah sesuai kebutuhan kedua Negara.
 
Pasokan dari pembangkit ini akan diutamakan untuk memperkuat system kelistrikan Sumatera dan sisanya diekspor ke Malaysia. Target perseroan jaringan interkoneksi ini akan bisa mulai megekspor setrum ke Malaysia pada 2018. PLN memperkirakan pada tahun 2018 nanti lebutuhan listrik di system kelistrikan Sumatera sekitar 7000 MW sudah terpenuhi setelah rampungnya interkoneks iSumatera pada 2014.
 
Oleh: Retno Ayuningtyas
 
Sumber: Investor Daily, 27 Januari 2014