Direksi PTBA dari Masa ke Masa

Direksi PTBA dari Masa ke Masa

Sejarah pertambangan batubara di tanjung enim dimulai sejak zaman kolonial belanda (1919) dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di tambang air laya. Kemudian beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) sejak 1923 hingga 1940. Produksi untuk kepentingan komersial dimulai sejak 1938.

Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA) pada 1950. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di tahun 1981 dan menetapkan Christian Situmorang sebagai Direktur Utama (1981-1986). Kemudian digantikan oleh R. Hoesein Moehammad Hoesni (1986-1988), Kuntoro Mangunsubroto (1988-1989) dan  Sapari Sutisnawinata (1989-1991).

Sejak 1993 dibawah kepemimpinan Ambyo Mangunwidjaya (1991-1994), mengembangkan usaha briket batubara sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. Setelah itu tampuk pimpinan berpindah ke Sunardi, (1994-2001) dan di tahun 1999 PTBA telah melakukan penilaian kinerja SDM dengan merit system dan penilaian kelompok melaui balanced score card. Hal ini menjadi pijakan dalam pembinaan SDM dan suksesi untuk para pemimpin-pemimpin PTBA. Di bawah kepemimpinan Ismet Harmaini (2001-2006), mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”, tepatnya pada 23 Desember 2002.  

Di tahun 2006, Sukrisno (2006-2011) yang sebelumnya adalah Direktur Operasional menerima amanah ini dan meneruskan ke Milawarma (2011 hingga kini), yang sebelumnya juga Direktur Operasional. Sejak 1981 hingga 2015, PTBA telah mengalami perubahan pimpinan sebanyak 9 kali dan tidak perlu kuatir kekurangan SDM yang akan memegang tampuk pimpinan di masa mendatang.