365 Hari untuk Indonesia

Memasuki setahun kepemimpinan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan kinerja positif dan sinergi yang semakin kuat dengan sesama BUMN. 

Berikut adalah catatan kinerja PTBA selama satu tahun masa kepemimpinan Menteri Erick Thohir:

Kinerja Keuangan Positif

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus mencetak kinerja positif di semester I-2020 meski terimbas pandemi Covid-19 serta menurunnya harga batu bara dunia. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada semester pertama 2020. Sedangkan dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 9 triliun hingga pertengahan tahun ini.

Efisiensi merupakan salah satu strategi PTBA untuk menjaga dan mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga dan berkurangnya permintaan pasokan batu bara. 

Beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA pada semester pertama 2020 adalah terus melakukan upaya penurunan biaya usaha dan biaya pokok produksi melalui penerapan berbagai optimasi biaya penambangan seperti pemangkasan jarak angkut dan penurunan stripping ratio.

Kinerja Operasional

Dari sisi produksi, PTBA mampu menghasilkan 12 juta ton hingga Juni 2020 diiringi dengan kinerja angkutan batu bara yang juga menunjukkan performa positif. Selama semester pertama tahun ini, kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 11,7 juta ton.

Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga semester I-2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini.

Gasifikasi Batu Bara

Sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk percepatan peningkatan nilai tambah batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus membuktikan dan menjalankan komitmennya sebagai pionir pengembangan usaha hilirisasi batu bara di Indonesia.

Komitmen PTBA tercermin dari keseriusan PTBA mengembangkan hilirisasi batu bara antara lain dengan rencana pembangunan pabrik pemrosesan batu bara menjadi dymethil eter (DME) yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Pabrik hilirisasi batu bara tersebut akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun dan diproses menjadi 1,4 juta ton DME yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG.

Hadirnya DME sebagai bahan bakar alternatif bisa membantu menekan impor LPG dan menghemat devisa negara. Berdasar hitungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, potensi penghematan negara bisa mencapai Rp 8,7 triliun.

Persiapan konstruksi proyek hilirisasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2021 dan target operasi di 2025. Proyek hilirisasi ini ini juga telah disetujui Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari Program Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.

PLTS yang berada di Gedung AOCC Soekarno Hatta ini dibangun oleh PTBA dengan menggandeng anak usaha PT LEN Industri yakni PT Surya Energi Indonesia. Pengoperasian PLTS dijalankan langsung oleh PTBA. 

PTBA dan Pelindo II Optimasi Angkutan Batu Bara

Pada September 2020, PTBA menandatangani Head of Agreement (HoA/perjanjian induk) dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk mengembangkan kapasitas angkutan batu bara dan/atau komoditas lainnya melalui sungai dan pelabuhan di Sumatera Selatan.

Kerja sama pengembangan angkutan batu bara ini dilakukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan koridor ekonomi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional. Kerja sama ini sekaligus bertujuan untuk efisiensi biaya dan penambahan kapasitas angkutan volume batu bara.

Diharapkan Kerjasama dengan Pelindo II ini bisa berlanjut lebih luas untuk wujudkan peningkatan angkutan batu bara sampai dengan 20 juta ton, serta komoditas lainnya termasuk produk hilirisasi batu bara.

Rangkaian Proyek PLTS

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Sejalan dengan visi ini, perusahaan juga memiliki tagline “Beyond Coal” yang kami coba wujudkan dengan melakukan divesifikasi bisnis dan hilirisasi industri batu-bara.

Salah satu diversifikasi bisnis yang menjadi pilihan perusahaan adalah pengembangan sektor energi baru dan terbarukan, yang juga merupakan fokus pemerintah dalam menyediakan energi lebih ramah lingkungan untuk rakyat Indonesia.

PTBA ingin mengambil bagian dalam roadmap pengembangan PLTS, berikut adalah beberapa proyek bantuan PLTS yang berjalan dan dikembangkan oleh PTBA:

Proyek CSR Pembangunan PLTS

1.   PLTS Irigasi Pesawaran, Lampung (Operasi Oktober 2020)

Bantuan Pompa Irigasi yang diberikan oleh PT Bukit Asam, Tbk terletak di Desa Trimulyo Kec Tegineneng Kab Pesawaran Prov Lampung dan akan beroperasi di tahun ini.

Pompa yang digunakan merupakan pompa jenis Submersibble. Pompa tersebut memiliki kecepatan 50 lps (liter persecon) atau 50 ltr/detik dengan ketinggian 10 m. Bantuan tersebut terdiri dari 1 unit Pompa Submersibble, 1 unit inverter, 1 unit bak intake ukuran. 3x3 m dengan kedalaman 6 m.

Pompa irigasi ini akan dialiri listrik dari PLTS berkapasitas 38.500 watt

Yang dioperasikan melalui rumah control panel seluas 4 x 4 m, 140 keping panel surya, dan pipanisasi sepanjang 50 m.

Listrik yg dihasilkan oleh pompa tersebut adalah 35000 watt, sementara untuk kebutuhan Pompa Irigasi di Desa Trimulyo ini hanya 25000 watt. Lahan yg akan di aliri seluas 167 ha dengan jarak dari danau ke lahan lebih kurang 1 kilometer.

Proyek ini berkolaborasi dengan Pemrov Lampung. Saat ini petani masih mengandalkan pompa diesel untuk tanaman cabe pada musim kemarau. Sementara untuk penghujan petani akan memanfaatkan lahan untuk ditanami padi.

2.   PLTS Irigasi Talawi, Sawahlunto (Beroperasi sejak 2019)

Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Talawi Mudik Kota Sawahlunto. Pompa ini beroperasi sejak tahun 2019 dan memiliki kecepatan 50 lps (liter persecon) atau 50 liter/detik dengan ketinggian 50 m.

Listrik untuk pompa irigasi dengan daya 11 kiloWatt ini akan dialirkan oleh PLTS berkapasitas Talawi 16,5 kiloWatt yang dioperasikan melalui rumah control panel 1 unit, 142 keping panel surya,dan pipanisasi sepanjang 1.2 km.

Luas lahan yang telah dialiri adalah 62 ha dengan hasil panen mencapai 1000 ton per tahun dari 3 kali panen. Sebelumnya hanya 248 ton pertahun.

Jumlah penerima manfaat adalah 460 orang yang terdiri dari 115 petani 345 anggota keluarga dari masing-masing petani.

Pemeliharaan melibatkan kerja sama dengan warga, di mana para petani akan memberikan kontribusi 1 kg beras/petani saat setiap kali panen.

3.   PLTS Irigasi Tanjung Raja (Rencana Beroperasi di 2020)

Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Tanjung Raja Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim akan beroperasi di tahun ini.

Pompa irigasi berdaya 11 kW ini akan disokong listriknya lewat PLTS berkapasitas 18,7 kW yang menggunakan 140 keping panel surya.

Luas lahan yang akan dialiri seluas 63 ha dengan hasil panen per tahun hanya mencapai 189 ton/tahun dari 1 kali panen.

Dengan adanya bantuan pompa tersebut diperkirakan dapat panen 3 kali per tahun, sehingga pertahunnya dapat menghasilkan sekitar 567 ton per tahun. Jumlah penerima manfaat adalah 90 petani.

4.   Bantuan PLTS untuk Yayasan Az-Zawiyah (Rencana Operasi 2020)

Yayasan Az-Zawiyah terletak di Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, dan menyediakan Pendidikan secara gratis kepada para siswanya.

Mayoritas siswa yang bersekolah di yayasan tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTS adalah 6 kWp atau setara dengan 6.849 watt. Kebutuhan listrik yang diperlukan oleh Yayasan tersebut adalah 5.520 watt.

Pembangunan GOR dan Fasilitas Umum di Sumsel Senilai Rp 128 M

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan dana sebesar Rp 128 miliar untuk membangun gedung olahraga baru, perbaikan venue Jakabaring Sport City, dan pembangunan fasilitas umum serta kendaraan pendukung tugas di Provinsi Sumatra Selatan.

Alokasi dana ini masuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA yang didukung dan telah ditandatangani oleh Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. Program Kerjasama ini berlangsung sejak 2019 sampai selesai pembangunan pada 2021 mendatang.

Terdapat sebanyak 11 Stadion/Gedung Olahraga baru dengan nilai proyek mulai dari Rp 4 miliar sampai Rp 10 miliar per gedung.

GOR tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan mulai dari; Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kabutapen OKU Timur, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Musi Rawas dan lainnya.