Relokasi Warga ke Bara Lestari Dimulai, Semua Demi Masa Depan Lebih Baik

PT Bukit Asam Tbk hari ini Sabtu, 1 Mei 2021 resmi memulai relokasi warga ke perumahan Bara Lestari yang dibangun dan disiapkan oleh perusahaan.

Kelompok pertama warga yang direlokasi adalah warga wilayah Bedeng Obak, Karang Tinah dan ex Dok Mutik. Secara keseluruhan terdapat 188 kepala keluarga (KK) yang yang akan dipindahkan ke Perumahan Bara Lestari, yang terdiri dari ; Bedeng Obak sebanyak 115 KK, Karang Tinah sebanyak 61 KK dan Ex. Dok Mutik sebanyak 12 KK.

Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto menegaskan relokasi warga ini bukanlah karena perusahaan ingin mengeksplorasi batu bara di lokasi tersebut. “Tidak akan ada penggalian di bawahnya karena sampingnya sungai, secara aturan main juga tidak boleh,” jelasnya, Sabtu (1/5/2021).

Ia menjelaskan relokasi ini merupakan penerapan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh perusahaan. Nilai luhur tersebut adalah we explore to civilization, we explore to prosperity, dan we explore to brighter future. Dalam hal ini, ia menekankan salah satu nilai yang diterapkan adalah explore to brighter future atau   eksplorasi untuk masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin masyarakat di sini meningkat kesejahteraannya, masa depan anak-anak lebih baik, dan kehidupan ekonomi lebih baik. Secara kesejahteraan bisa menempati rumah yang lebih layak,” paparnya.

Relokasi ini berangkat dari kesadaran Bukit Asam untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang berada di lingkungan operasional tambang perusahaan.

“Harapan kami ada masa depan lebih baik, lebih sejahtera.”

Ia tidak memungkiri masih terdapat kekurangan dalam proses relokasi ini, namun semuanya terus diperbaiki dan dipersiapkan agar lebih baik. Bukit Asam, kata dia, juga tidak akan melepas begitu saja para warga yang direlokasi.

“Kami berkomitmen di tempat baru ini akan jadi kampung binaan Bukit Asam ke depannya, kami bertanggung jawab menjadikan dusun ini kampung binaan.”

Plh. Bupati Muara Enim H Nasrun Umar mengapresiasi program relokasi tersebut.

“Ini bentuk kepedulian yang luar biasa, sebab suksesnya Bukit Asam dalam melakukan eksplorasi juga tidak lepas dari dukungan masyarakat sekeliling operasional Bukit Asam,” katanya.

Nasrun berharap kepedulian tersebut tak berhenti sampai di sini, mengingat masih banyak warga Kabupaten Muara Enim yang memerlukan dukungan, di mana jika mengandalkan kekuatan APBD akan sulit untuk meringankannya.

“Kami perlu bantuan para stakeholder, dan yang terbesar dukungannya atas pembangunan Muara Enim salah satunya adalah Bukit Asam.”

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bukit Asam atas relokasi ini, yang dimaknai sebagai pemindahan warga untuk memberikan harapan baru dan suasana baru. “Bukan sekadar memindahkan orang, tetapi memberikan rumah baru, suasana baru, dan harapan baru bagi masyarakat.”