Preloader

Emisi Udara & Iklim

Emisi Udara dan Iklim

Emisi Udara dan Iklim Menjamurnya penggunaan barang elektronik serta otomotif mengakibatkan tingginya produksi emisi saat ini. Emisi gas rumah kaca inilah yang memicu pemanasan global. Melihat fenomena ini, semua negara telah berkonsentrasi untuk mengatasi permasalahan ini tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran guna menurunkan emisi gas rumah kaca. Komitmen itu dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RANGRK), yang merupakan dokumen kerja yang berisi upaya-upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Peraturan Presiden ini telah diikuti dengan terbitnya Peraturan Presiden No. 71 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional. [103-1]

PTBA sebagai satu perusahaan BUMN memiliki tanggung jawab yang besar atas permasalahan ini. Dengan demikian Perusahaan mewujudkan komitmen melalui pembuatan kebijakan berupa Pedoman Sistem Manajemen Bukit Asam tentang kebijakan pengurangan pencemaran udara. [103-2] Langkah-langkah yang dilakukan PTBA untuk menurunkan emisi gas rumah kaca adalah sebagai berikut: [103-3, 305-5] [6.e.4)b)]

Zero emission CHF surveillance merupakan teknologi digitalisasi yang mempunyai tujuan untuk menurunkan jam kerusakan atau halangan pada Coal Handling Facility (CHF) dengan menggunakan jaringan komunikasi sistem kendali tambang CHF 1, CHF 2, CHF 3, dan CHF 4 yang telah terintegrasi dengan domain intranet seperti terlihat di Gambar 5.1. Sistem Pemantauan dan Pengendalian CHF ini mengganti sistem pemantauan manual menggunakan kendaraan menjadi tanpa kendaraan. Program ini mampu mengurangi penggunaan BBM-Solar sebanyak 42.156 liter/tahun setara dengan potensi gas rumah kaca sebesar 112 tCO2 e/tahun.

Selama tahun pelaporan PTA telah mengukur emisi gas rumah kaca yang dihasilkan baik untuk cakupan 1 (langsung) maupun cakupan 2 (tidak langsung). Sumber emisi gas rumah kaca cakupan I yang paling utama adalah pembakaran bahan bakar, sedangkan emisi gas rumah kaca cakupan 2 tidak langsung sumbernya antara lain penggunaan energi listrik. Penghitungan dilakukan berdasarkan volume penggunaan BBM dan listrik dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Tabel Emisi Gas Rumah Kaca).
Emisi Udara dan Iklim
Catatan: Cakupan-1: emisi bruto GRK langsung dari operasional yang dimiliki atau dikendalikan oleh organisasi (termasuk penambangan, pemakaian energi, pengolahan limbah, dan proses kimia) dari Unit Bisnis PTBA yang termasuk dalam batasan laporan ini.

Emisi Zat Perusak Ozon (ODS) [305-6]

Penggunaan barang atau bahan yang merusak ozon dapat berdampak negative bagi lingkungan dan memiliki dampak signifikan terhadap perubahan iklim. Bahan Perusak Ozon (BPO) senyawa kimia yang berpotensi dapat bereaksi dengan molekul ozon di lapisan stratosfer. BPO biasa terdapat di mesin pendingin ruangan (AC), kulkas, dan tabung pemadam api. Penggunaan BPO akan menyebabkan terjadinya penipisanlapisan ozon yang mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan, keterbatasan sumber air bersih, kerusakan rantai makanan di laut, menurunnya hasil produksi pertanian dan sebagainya. PTBA menyadari bahwa terdapat risiko lingkungan yang sangat tinggi dalam penggunaan BPO. PTBA mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk memperketat penggunaan BPO. [103-2]

PTBA telah melakukan pemetaan dalam operasional penambangan maupun perkantoran untuk mengetahui ada atau tidaknya penggunaan BPO. Hasil pemetaaan menunjukkan ada penggunaan BPO. Penggunaan BPO yang terindikasi yaitu pada penggunaan refrigerant AC perkantoran & pemukiman dan alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selanjutnya, sesuai dengan komitmen awal untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk emisi BPO, PTBA telah memiliki kebijakan untuk mengurangi emisi BPO, yaitu: [103-3, 305-6]

1. Menggunakan refrigeran untuk AC yang ramah lingkungan. Hasil absolut penurunan emisi pada tahun 2020 dari penggantian BPO-CFCs pada refrigerant AC perkantoran & pemukiman sebesar 15,760 tCO2 e.

2. Penggantian BPO-Halon 1211 pada alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan hasil absolut penurunan emisi pada tahun 2020 sebesar 5,840 tCO2 e.

Sedangkan dalam proses produksi terdapat emisi BPO sebesar 0 (dalam metrik ton setara FCF-11).
Jl. Parigi No.1, Tanjung Enim 31716
Sumatera Selatan, Indonesia
+(62) 734 451 096
Sen-Jum 8:30am-6:30pm
corsec@ptba.co.id
24 X 7 online support
TOP