Preloader

Air

Air

Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk banyak keperluan. Oleh karenanya Perusahaan tidak bisa lepas dari kebutuhan air. Air digunakan Perusahaan untuk berbagai keperluan yakni proses produksi dan banyak kegiatan pendukung. [103-1, 303-1] Kebutuhan atas air ini tidak menjadikan Perusahaan menjadi boros dalam konsumsi air. Mengingat ketersediaan air terutama air bersih di bumi semakin terbatas, Perusahaan berkomitmen untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga keberlangsungan sumbernya. Beberapa upaya yang dilakukan Perusahaan antara lain:

1. Meminimalisasi penggunaan air tanah Dengan tidak mengambil air dari dalam tanah, maka Perusahaan turut berkontribusi menjaga lingkungan dengan tidak menurunkan tinggi muka air, tidak mengurangi volume air yang tersedia dan tidak mengubah kemampuan fungsi ekosistem. [103-3]

2. Pengelolaan Water Treatment Plant (WTP) Perusahaan memenuhi kebutuhan air bersih untuk perkantoran maupun perumahan perusahaan dari sungai yang dikelola melalui Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air, serta dari sumber mata air. Selama tahun 2020, volume penggunaan air Perusahaan tercatat sebesar 1,39 juta m3 , turun sebanyak 28,52% dibanding tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 1,95 juta m3 . Pengukuran dilakukan dengan metode pemasangan flow meter pada inlet air baku yang masuk ke dalam WTP yang secara otomatis membaca konsumsi kubikasi air. [103-3, 303-1]

Selama operasi, PTBA menghasilkan air limbah atas konsumsi air yang bersumber dari sungai dan mata air tersebut. Selanjutnya air limbah didaur ulang menjadi air bersih agar bisa digunakan kembali. Daur ulang dilakukan dengan melakukan inovasi dengan pembuatan WTP Limoa yang berfungsi mengelola air tambang menjadi air bersih. Pelaksanaan daur ulang ini mampu mengurangi konsumsi atas air bersih yang berasal dari sungai dan mata air. Kebijakan untuk mendaur ulang air limbah dilakukan dengan merujuk kebijakan Perusahaan, yaitu kebijakan efisiensi air dan penurunan beban pencemar air. [103- 1, 103-2] [6.d.2)] Selama tahun pelaporan, volume air daur ulang yang dimanfaatkan kembali tercatat sebesar 22.250 m3 , turun dibanding tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 89.880 m3 . Penurunan volume air daur ulang dipengaruhi oleh ketersediaan sumber air yang digunakan merupakan air limpasan tambang (air hujan) [103-3, 303-1]. Program reklamasi air melalui recycle air limbah/air tambang menjadi air bersih bukan termasuk dalam praktek umum, karena sumber air yang digunakan merupakan air limpasan tambang (air hujan), pada umumnya menggunakan air sungai. [103-3]

Dalam proses produksinya PTBA menghasilkan limbah air. Air Asam Tambang (AAT) adalah fenomena alamiah, dimana batuan yang mengandung belerang (batuan yang bersifat asam) teroksidasi pada udara terbuka, dan jika terkena air maka menjadi air yang bersifat asam. PTBA memiliki konsepsi pengelolaan air tambang yang holistik, diawali dengan penyelidikan geokimia batuan melalui pemodelan sehingga memudahkan dalam karakterisasi batuan dengan kategori PAF (Potencial Acid Forming) dan NAF (Non Acid Forming). Penanganan material PAF&NAF dilakukan secara sistematis di area timbunan, sehingga dapat dipastikan potensi terbentuknya air asam yang disebabkan oksidasi PAF tidak terjadi. Hal tersebut merupakan upaya mitigasi/pencegahan pembentukan air asam tambang di area timbunan. Perusahaan memiliki prosedur spesifik, yang mengatur pembuangan batuan yang bersifat asam dan air asam tambang. Tujuan pengelolaan keduanya adalah agar air yang keluar dari kawasan penambangan memenuhi kualitas baku mutu lingkungan hidup. [103-1, 103-2, 303-1, 303-2]

Upaya pemulihan air asam tambang dilakukan melalui perlakuan aktif di kolam-kolam pengendap lumpur (settling ponds) dan perlakukan pasif di rawa (wetland) yang ditumbuhi tanaman penyerap logam berat sebagai agen fitoremediasi. Air asam tambang diolah oleh PTBA melalui perlakuan aktif di kolam-kolam pengendap lumpur dan perlakukan pasif di rawa (wetland) yang ditumbuhi tanaman penyerap logam berat. Perlakuan aktif dilakukan dengan cara menetralkan air asam dengan menggunakan kapur tohor untuk menurunkan keasaman dalam air serta menambahkan tawas atau kuriflock untuk mengurangi kadar TSS sehingga parameter tersebut dapat memenuhi baku mutu lingkungan. Sedangkan pada perlakuan pasif, air limpasan dialirkan ke wetland seluas 1,5 hingga 2 ha, adapun lokasi wetland tersebar di 3 IUP (IUP TAL, IUP MTB dan IUP Banko Barat). Jenis vegetasi yang tumbuh di kolam wetland adalah melati air (Echinodorus palifolius), Kiambang (Salvania natans), Thypaangustifolia, Eleocharis Dulcis, Lonkida, dan Vetiveria zizanoides yang memiliki kemampuan Hyperaccumulator logam terlarut dalam air. Selanjutnya, air yang telah mengalami perlakuan dan memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai yang tercantum pada Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. 8 Tahun 2012 akan dialirkan ke Sungai Enim. [103-1, 303-2]

Upaya pencegahan pencemaran dan pengurangan beban lingkungan terhadap air permukaan dilakukan Perusahaan dengan membangun sistem pengolah air tertutup. Dengan sistem ini, setiap timbulan air larian dari tambang disalurkan ke kolam-kolam pengendapan lumpur sebagai bagian dari kegiatan reklamasi tambang untuk diolah. Semua air yang keluar dari areal penambangan diuji setiap bulan untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan Baku Mutu Kualitas Air yang berlaku. Penurunan beban lingkungan juga dicapai dengan mengurangi kadar limbah dalam air limbah. Pada proses operasi Perusahaan, penurunan beban pencemaran per tahun, yaitu kekeruhan/Total Suspended Solid (TSS) rata-rata 2.491 Kg/ ton batu bara, Besi (Fe) rata-rata 0,059 Kg/ton batu bara, dan mangan (Mn) rata-rata 0,107 Kg/ton batu bara dengan penerapan inovasi metode wetland. Dengan upaya ini, maka tidak tercatat adanya badan air yang dipengaruhi oleh pelepasan atau limpahan air dari Perusahaan. [103-3, 306-5, 303-2]

Adapun volume air limbah yang dihasilkan PTBA selama tahun pelaporan disajikan pada tabel berikut: [103-3, 306- 1, 306-2, 303-2]

Air

PTBA belum memiliki mekanisme daur ulang air. Prioritas pelestarian sumber daya air dilakukan dengan melakukan efisiensi penggunaan air, seperti:
• Penggunaan teknologi ramah lingkungan yang menghemat penggunaan air;
• Kampanye untuk meningkatkan kesadaran karyawan agar memiliki perilaku efisien dalam menggunakan air. [303-3]

Berikut adalah jumlah air yang diambil, dilepaskan, dan dikonsumsi oleh PTBA selama tahun pelaporan. [303-3, 303-4, 303-5]

Air

"IPAL Komunal Desa Dusun Tanjung" Pembuatan IPAL Komunal merupakan keselarasan dari Sustainable Development Goals tahun 2030 dalam kaitanya dengan pemberdayaan ekonomi, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Program merupakan inovasi pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi pencemaran air limbah domestik di masyarakat Dusun Tanjung sehingga dapat meningkatkan pola hidup sehat di masyarakat Dusun Tanjung.

Unsur kebaruan, PTBA membantu masyarakat menerapkan sistem pengelolaan limbah domestik yang tersistem dan terintegrasi dan dikelola secara kolektif / komunal yang lebih baik untuk lingkungan, mengganti sistem yang sebelumnya mengelola limbah domestik dengan septic tank konvensional di setiap rumah dan ada juga yang limbah langsung dialirkan ke sungai.

PT Bukit Asam Tbk sebagai pelopor pembuatan IPAL Komunal untuk masyarakat dengan berbiaya hemat di Desa Dusun Tanjung bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Muara Enim. Berbiaya hemat karena tidak perlunya mengeluarkan biaya setiap tahun untuk melakukan pengelolaan tambahan (pengurasan limbah) di IPAL Komunal dan inovasi yang dilakukan berupa perubahan Sub-sistem IPAL yang beroperasi tanpa perlu adanya pompa untuk menyalurkan limbah domestik menuju IPAL. Proses penyaliran limbah domestik seluruhnya dilakukan dengan gravitasi, hal ini dapat terjadi oleh karena topografi dan letak rumah-rumah warga yang memiliki kemiringan ke salah satu titik dan lokasi titik ini yang dimanfaatkan sebagai lokasi IPAL beroperasi.

Perubahan Sub-sistem juga terlihat dari pola hidup masyarakat di Desa Dusun Tanjung. Sebelum adannya IPAL Komunal ini, pengelolahan limbah domestik belum sesuai standar, sehingga perusahaan terdorong untuk berpartisipasi membantu Pemerintah dalam memujudkan sanitasi masyarakat yang lebih baik.

Program ini memiliki perubahan rantai nilai. Bagi suplier, dalam hal ini masyarakat sebagai pembuat IPAL Komunal secara swadaya dengan dana dari perusahan, implementasi program ini dapat menambah penghasilan dan juga menambah pengalaman dalam pembuatan IPAL. Bagi produsen dalam hal ini perusahaan, implementasi ini dapat menambah citra perusahaan di masyarakat sekitar sebagai perusahaan yang peduli lingkungan. Bagi konsumen dalam hal ini masyarakat, melalui program ini, masyarakat telah mengalami perubahaan perilaku dengan lebih memahami pola hidup sehat dan menambah kesadaran dalam mengolah limbah domestik untuk menjaga lingkungan lebih baik.

Kuantifikasi perbaikan lingkungan yang dihasilkan adalah mereduksi limbah BOD hingga 94% atau sebesar 2 Ton BOD per tahun. Program ini berhasil menghemat biaya di masyarakat senilai Rp. 44,1 juta per tahun, melalui menghilangkan biaya pengurasan pada septic tank konvesional dengan volume sebanyak 147 m3 per tahun.

Upaya pengelolaan air di lingkungan Bukit Asam juga telah mendapatkan pengakuan sertifikasi ISO 14001:2015.

Jl. Parigi No.1, Tanjung Enim 31716
Sumatera Selatan, Indonesia
+(62) 734 451 096
Sen-Jum 8:30am-6:30pm
corsec@ptba.co.id
24 X 7 online support
TOP