Preloader

Dampak Ekonomi Tidak Langsung

Dampak Ekonomi Tidak Langsung

Penciptaan Nilai Bersama melalui Dampak Ekonomi Tidak Langsung

Dampak Ekonomi Tidak Langsung PTBA menyadari peran pentingnya dalam pembangunan sosial ekonomi bagi lingkungan sekitar operasional perusahaan Peran Perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan menjadi komitmen yang selalu diimplementasikan guna memajukan dan mengembangkan potensi masyarakat. Menurut UndangUndang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas, komitmen itu lazim disebut sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan kebijakan yang diambil guna menemukan titik keseimbangan antara perusahaan dan pihak yang terkait seperti masyarakat, pemerintah dan konsumen. Dalam hal ini perusahaan bukan saja mencari keuntungan, akan tetapi juga memperhatikan dampak sosial apa yang bisa ditimbulkan dengan keberadaan mereka, kegiatan operasi atau investasi.

Sebagai perusahaan penambangan batu bara, yang berarti berkaitan langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam, perusahaan berkomitmen untuk mempertimbangkan dampak ekonomi tidak langsung bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya dalam setiap kegiatan operasi bisnisnya dan dalam pertimbangan investasinya. Dengan komitmen dan tanggung jawab tersebut, keberadaan Perusahaan ditengah masyarakat dan sebagai bagian dari agen pembangunan yang berkelanjutan dapat berjalan secara harmonis dan seimbang dengan lingkungan, kebutuhan, nilai dan budaya masyarakat sekitar. [103-1]

Investasi Infrastruktur dan Dukungan Layanan [203-1]

Menyadari pentingnya kebutuhan infrastruktur dalam pembangunan berkelanjutan, Perusahaan setiap tahun selalu mengadakan berbagai program pembangunan infrastruktur. Infrastruktur merupakan salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Dengan adanya infrastuktur yang berkualitas dan lengkap, seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah peribadatan, fasilitas kesehatan, akan membuat suatu wilayah tidak hanya terbuka dalam akses perekonomiannya tetapi juga akan meningkatkan kualitas manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan kegiatan keagamaan. Selain itu, infrastruktur lain yang diinvestasikan oleh perusahaan juga memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan ekonomi secara tidak langsung.

Perusahaan melalui program CSR menerima cukup banyak usulan bantuan pembangunan infrastruktur ini. Perusahaan selalu berusaha untuk menyerap aspirasi dan mengakomodasi kebutuhan pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, usulan bantuan yang masuk akan terlebih dahulu dievaluasi dan diseleksi dengan melibatkan pemangku kepentingan dan bersifat bottom up.

Selama tahun 2020, PTBA telah melakukan beberapa investasi sosial infrastruktur yang telah memberikan dampak ekonomi tidak langsung dan mendukung kemajuan bagi masyarakat yang memanfaatkanya. Investasi itu antara lain: [103-3, 203-1, 413-1, 413-2]

1. Bedah Rumah Tidak Layak Huni dan Penyediaan Sarana Prasarana Air Bersih
Sebagai wujud kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan sekitar khususnya pada lokasi yang bersinggungan langsung dengan kegiatan operasional Perusahaan, Perusahaan melakukan investasi dengan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah tidak layak huni dan membangun fasilitas air bersih. Selama tahun 2020, telah direalisasikan perbaikan 25 unit rumah tidak layak huni dan prasarana air bersih. Total nilai investasi untuk bedah rumah serta penyediaan sarana air bersih tersebut sebesar Rp720.000.000.

2. Pembangunan Pompa Irigasi Tenaga Surya
Pada Tahun 2020, Perusahaan kembali memberikan bantuan Pompa Irigasi yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik bagi masyarakat dalam rangka mendorong optimalisasi hasil produksi pertanian mereka. Subjek penerima manfaat bantuan ini adalah masyarakat Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Pompa yang digunakan merupakan pompa jenis submersibble. Listrik yg dihasilkan oleh pompa tersebut adalah 35.000 watt, dengan lahan yg akan dialiri seluas 167 ha. Proyek ini berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang akan turut serta memberikan bantuan berupa saluran tersier irigasi tersebut.

3. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar Cell)
Perusahaan berinvestasi dengan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diberikan kepada sekolah yang dikelola oleh Yayasan Az-Zawiyah Kabupaten Ogan Ilir. Kebutuhan listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekolah adalah 5.520 watt. Sementara itu, daya listrik yang dihasilkan oleh pembangunan PLTS ialah 6 kWp atau setara ± 6.849 watt. Dengan daya listrik yang dihasilkan tersebut, kebutuhan listrik sekolah akan tercukupi bahkan dapat membantu mengaliri listrik dibeberapa rumah warga sekitar sekolah.

4. Pembangunan SIBA Center
SIBA Centre dibangun dengan memanfaatkan lahan tidur bekas stockpile batubara seluas 1.500 m2 . Sampai dengan saat ini telah dibangun 10 (sepuluh) unit rumah SIBA di SIBA Center yang diperuntukan bagi SIBA Rosella, Kopi Bukit Asam, Fashion (Rajut, Batik dan Songket), Konveksi, Pengelola, Pembibitan, Bonsai, Pertukangan dan Perikanan. Pembangunan ini merupakan investasi Perusahaan dalam meningkatkan taraf hidup dan tingkat ekonomi masayarakat sekitar, khususnya para pelaku UMKM.

Dampak Ekonomi Tidak Langsung yang Signifikan [203-2]

Manfaat nyata atas kehadiran PTBA telah dirasakan oleh masyarakat melalui implementasi program-program CSR. Selama tahun 2020, PTBA telah melakukan beberapa kegiatan yang telah memberikan dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan dan mendukung kemajuan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain: [103-3, 203-2, 413-1, 413-2] [6.c.3)c)]

1. SIBA Center Sebagai Pusat Inkubator UMKM
Pembangunan SIBA Center dapat dikatakan sebagai tindak lanjut program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) yang sampai dengan saat ini terdiri dari beberapa bidang usaha antara lain, Manufaktur, Jasa Boga, Bokhasi, Batik, Songket, Rajut, Kopi, Produk Rosella, Pembibitan, Percetakan dan lainnya. Pembangunan SIBA Center merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap UMKM serta kelompok-kelompok usaha SIBA tersebut.

Pembangunan SIBA Center ini bertujuan untuk meningkatkan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan serta menjadi pusat inkubator bisnis yang dapat menjalankan fungsi pembinaan usaha dan pengembangan produk baru masyarakat lokal di sekitar perusahaan. Kedepannya, SIBA Center diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi pembelajaran kewirausahaan sekaligus wisata yang mampu meningkatkan nilai perekonomian masyarakat Tanjung Enim.

2. Sentra Industri Bukit Asam Rosella
Program ini merupakan pemberdayaan kaum perempuan melalui pembentukan institusi sosial ekonomi SIBA Rosella yang melaksanakan optimalisasi budidaya tanaman rosella beserta produksi aneka olahan turunannya menjadi produk sehat. Produk unggulan dari SIBA Rosella adalah Teh dan Sirup Rosella yang memiliki kandungan Vitamin C tinggi dan baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Adapun subjek utama dari program ini adalah IbuIbu dari Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Lingga, dan Keban Agung sebanyak 30 (tiga puluh) orang. SIBA Rosella memiliki pusat produksi dan pengembangan produk usaha mereka di SIBA Centre, Lingga, Muara Enim. Sebagian lahan di SIBA Centre, seluas 2.000m2 juga digunakan sebagai demonstration plot (demplot) bagi 3.000 batang tanaman Rosella.

Selain dapat menyentuh aspek pemberdayaan, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan penyebaran COVID-19, karena produk olahan turunan rosella diharapkan dapat menjadi pilihan makanan minuman sehat bagi masyarakat di era pandemi, sehingga akan memberi nilai tambah ekonomi kepada subjek program.

Pencapaian nilai rasio Social Return on Investment dari program ini sebesar 1: 4,22. Rasio tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program CSR SIBA Rosella mampu menghasilkan dampak sosial sebesar Rp4.22. Rasio SROI tersebut terbilang besar karena program SIBA Rosella merupakan program sosial lingkungan yang berawal dari banyaknya tanaman rosella liar yang belum termanfaatkan dengan baik hingga akhirnya menjadi berbagai produk turunan yang menghasilkan banyak manfaat bagi kesehatan.

3. Pembagian Paket Sembako
Beberapa program yang dilakukan oleh Perusahaan diantaranya kegiatan rutin pembagian paket sembako di wilayah Ring I PTBA (Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, Muara Enim, Merapi Timur dan Merapi Barat). Pada tahun 2020, pembagian paket sembako sebanyak 9.000 paket dilaksanakan dalam rangka HUT PTBA, Ramadhan 1441 Hijriyah sekaligus dukungan dalam era pandemi COVID-19. Situasi pandemi mendorong Perusahaan untuk menekan pelaksanaan kegiatan yang mengundang masa, sehingga secara proaktif, Perusahaan mengadakan kegiatan rutin Jumat berkah dengan mengunjungi panti asuhan di sekitar secara langsung, dalam rangka melaksanakan silaturahmi serta memberikan bantuan sembako dan kebutuhan dasar bagi mereka.

4. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Salah satu kegiatan PTBA yang memberikan dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan adalah kegiatan pada bidang kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan sehingga mampu menghadirkan lingkungan yang sehat dan bersih. Program-program yang dijalankan antara lain:
• Program Senyum Balitaku yaitu program pemberian makanan tambahan pada balita dan ibu hamil bekerjasama dengan Pemerintah Daerah sekitar dengan total bantuan sebesar Rp136.280.000. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan.
• Layanan kesehatan melalui mobil kesehatan keliling, donor darah, penyuluhan kesehatan, khitanan gratis, dan bantuan kaki palsu.

5. Program Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat yang dilakukan PTBA telah memberikan dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan bagi masyarakat. Total biaya yang telah dikucurkan untuk kegiatan Pendidikan dan Pelatihan pada tahun 2020 sebesar Rp20.001.227.080. Berikut ini beberapa kegiatan yang telah PTBA laksanakan melalui program pendidikan tingkat akademik dan program pelatihan bagi masyarakat usia produktif antara lain:
1. Beasiswa BIDIKSIBA adalah bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tingkat atas yakni D3/S1. Selama tahun 2020, PTBA melepas 50 (lima puluh) siswa-siswi untuk melanjutkan studi di Politeknik Negeri Sriwijaya dan Politeknik Negeri Malang. Lima puluh siswa-siswi ini merupakan hasil seleksi dari 285 peserta. Peserta BIDIKSIBA yang lolos seleksi ini akan diberikan bantuan secara penuh hingga menyelesaikan studi. Realisasi bantuan Program BIDIKSIBA tahun 2020 sebesar Rp4.922.930.200. Diharapkan dengan adanya program BIDIKSIBA ini tingkat SDM Masyarakat khususnya Ring I PTBA akan meningkat serta diiringi dengan kemajuan perekonomian, karena banyak anak BIDIKSIBA yang telah bekerja di BUMN maupun Anak Perusahaan PTBA.
2. Beasiswa Perguruan Tinggi bagi putra putri Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kesatuan Polisi Republik Indonesia (POLRI) kerja sama dengan PT Pupuk Srijawaya Palembang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai oleh TNI dan Polri selama ini. Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp365.000.000.
3. Pelatihan keterampilan lainnya seperti Pelatihan Mekanik BTC, Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar, Pelatihan Pelaporan Keuangan dan Harga Pokok Produksi, budidaya tanaman rosella, dan lainlain. Dampak Ekonomi Tidak Langsung Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Jl. Parigi No.1, Tanjung Enim 31716
Sumatera Selatan, Indonesia
+(62) 734 451 096
Sen-Jum 8:30am-6:30pm
corsec@ptba.co.id
24 X 7 online support
TOP