Target Tahun 2020

  1. Menurunkan penggunaan air sungai (m3/ton produksi batubara) sebesar 27%
  2. Menurunkan total beban pencemaran air limbah (ton/ton produksi batubara) sebesar 9,90%.
Target Tahun 2020-2022
  1. Menurunkan penggunaan air sungai (m3/ton produksi batubara) sebesar 28%
  2. Menurunkan total beban pencemaran air limbah (ton/ton produksi batubara) sebesar 9,90%.

Kriteria Data
1.1 Data penggunaan air untuk operasional Pertambangan tanjung Enim
     • Tahun 2019: 1.451.49 m3
     • Tahun 2020: 726.047 m3 (sampai Juni 2020)
1.2 Program konservasi / 3R air (Data 4 Tahun terkahir) di Pertambangan Tanjung enim

Pada tahun 2020 terdapat 4 program dalam upaya menurunkan penggunaan air sungai. Pada tahun 2019 PTBA PTE berhasil melakukan konservasi / 3R air sebesar 784.254 m3. Pada tahun 2020 sampai dengan bulan Juni PTBA PTE berhasil melakukan konservasi air sebesar 456.134 m3 (Tabel 1).




2.1 Data beban Pencemaran yang dihasilkan operasional Pertambangan tanjung Enim
     • Tahun 2019: 976,4 Ton Pollutan
     • Tahun 2020: 2.774 Ton Pollutan (sampai Juni 2020)
2.2 Program konservasi / 3R air (Data 4 Tahun terkahir) di Pertambangan Tanjung enim

Pada tahun 2020 terdapat 3 program dalam upaya menurunkan BPA di badan air sungai. Pada tahun 2019 PTBA PTE berhasil melakukan penurunan BPA sebesar 1.590 Ton Polutan. Pada tahun 2020 sampai dengan bulan Juni PTBA PTE berhasil melakukan penurunan BPA sebesar 1.880 Ton Polutan (tabel 2).



"IPAL Komunal Desa Dusun Tanjung" Pembuatan IPAL Komunal merupakan keselarasan dari Sustainable Development Goals tahun 2030 dalam kaitanya dengan pemberdayaan ekonomi, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Program merupakan inovasi pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi pencemaran air limbah domestik di masyarakat Dusun Tanjung sehingga dapat meningkatkan pola hidup sehat di masyarakat Dusun Tanjung.

Unsur kebaruan, PTBA membantu masyarakat menerapkan sistem pengelolaan limbah domestik yang tersistem dan terintegrasi dan dikelola secara kolektif / komunal yang lebih baik untuk lingkungan, mengganti sistem yang sebelumnya mengelola limbah domestik dengan septic tank konvensional di setiap rumah dan ada juga yang limbah langsung dialirkan ke sungai.

PT Bukit Asam Tbk sebagai pelopor pembuatan IPAL Komunal untuk masyarakat dengan berbiaya hemat di Desa Dusun Tanjung bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Muara Enim. Berbiaya hemat karena tidak perlunya mengeluarkan biaya setiap tahun untuk melakukan pengelolaan tambahan (pengurasan limbah) di IPAL Komunal dan inovasi yang dilakukan berupa perubahan Sub-sistem IPAL yang beroperasi tanpa perlu adanya pompa untuk menyalurkan limbah domestik menuju IPAL. Proses penyaliran limbah domestik seluruhnya dilakukan dengan gravitasi, hal ini dapat terjadi oleh karena topografi dan letak rumah-rumah warga yang memiliki kemiringan ke salah satu titik dan lokasi titik ini yang dimanfaatkan sebagai lokasi IPAL beroperasi.

Perubahan Sub-sistem juga terlihat dari pola hidup masyarakat di Desa Dusun Tanjung. Sebelum adannya IPAL Komunal ini, pengelolahan limbah domestik belum sesuai standar, sehingga perusahaan terdorong untuk berpartisipasi membantu Pemerintah dalam memujudkan sanitasi masyarakat yang lebih baik.

Program ini memiliki perubahan rantai nilai. Bagi suplier, dalam hal ini masyarakat sebagai pembuat IPAL Komunal secara swadaya dengan dana dari perusahan, implementasi program ini dapat menambah penghasilan dan juga menambah pengalaman dalam pembuatan IPAL. Bagi produsen dalam hal ini perusahaan, implementasi ini dapat menambah citra perusahaan di masyarakat sekitar sebagai perusahaan yang peduli lingkungan. Bagi konsumen dalam hal ini masyarakat, melalui program ini, masyarakat telah mengalami perubahaan perilaku dengan lebih memahami pola hidup sehat dan menambah kesadaran dalam mengolah limbah domestik untuk menjaga lingkungan lebih baik.

Kuantifikasi perbaikan lingkungan yang dihasilkan adalah mereduksi limbah BOD hingga 94% atau sebesar 2 Ton BOD per tahun. Program ini berhasil menghemat biaya di masyarakat senilai Rp. 44,1 juta per tahun, melalui menghilangkan biaya pengurasan pada septic tank konvesional dengan volume sebanyak 147 m3 per tahun.

Upaya pengelolaan air di lingkungan Bukit Asam juga telah mendapatkan pengakuan sertifikasi ISO 14001:2015.