Kebijakan

Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu faktor bagi keberhasilan operasional perusahaan tambang. Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan pertambangan yang aman, Perseroan telah menetapkan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yakni

"Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak, oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bebas cedera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku".

Untuk memastikan standar K3 telah diterapkan dan demi menunjukkan komitmen pelaksanaan kegiatan penambangan yang aman, Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional yang berhubungan dengan aspek pengelolaan K3 ke dalam Bukit Asam Management System (BA MS) sejak Juli 2010. Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) telah diakreditasi oleh badan independen berbasis Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 dan memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007 dengan masa berlaku hingga tahun 2021.

Agar penerapan SMK3 bisa dilakukan secara efektif, Perseroan mewajibkan mitra kerja/kontraktor pihak ketiga untuk mematuhi persayaratan K3 yang telah diterapkan di lingkungan Perseroan melalui prosedur Contractor Safety Management System (CSMS). CSMS bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan mitra kerja atau kontraktor pihak ketiga melalui penerapan SMK3, termasuk aspek-aspek yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia di tengah menjalankan pekerjaan.

 

Organisasi Pelaksana K3

Untuk memastikan sistem K3 diterapkan sesuai dengan standar, Perseroan memiliki Departemen K3L dan Komite K3/Safety Committee/Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang terdiri dari Safety Committee/ P2K3 Central untuk tingkat PTBA -UPTE, yang anggota terdiri dari wakil manajemen dan wakil pegawai di setiap satuan kerja Unit Pertambangan Tanjung Enim. Fungsi dan kedudukan P2K3 serta tugas yang menjadi tanggung jawabnya telah diatur dalam pasal 82 Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang merupakan bentuk kesepakatan antara Perseroan dengan pegawai. Tugas pokok P2K3 adalah memberikan saran dan pertimbangan, baik diminta maupun tidak, kepada mitra pengusaha/pengurus satuan kerja yang bersangkutan mengenai masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Dengan adanya pegawai Perseroan yang merangkap sebagai anggota P2K3, maka total anggota P2K3 terdiri dari 30 orang, terdiri dari: 1 orang ketua merangkap wakil dari manajemen Perseroan, 1 orang wakil ketua merangkap wakil dari manajemen, 1 orang sekretaris P2K3, 27 orang anggota, terdiri dari 13 wakil manajemen dan 14 orang perwakilan pegawai. Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan dengan P2K3 baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan untuk mengingatkan seluruh pihak terkait agar senantiasa melaksanakan seluruh ketentuan terkait K3. P2K3 pun kerap mengadakan rapat rutin yang digelar setiap tiga bulan sekali.

 

Struktur P2K3

 

Target Kegiatan K3

Berikut target kegiatan K3 selama tahun 2018:

  • Efektivitas penerapan SMK3 PP 50/2012 sebesar 92%
  • Dokumentasi SMKP Minerba Permen ESDM 38/2014 sebesar 100%
  • Temuan kategori mayor untuk audit eksternal SMK3/ OHSAS berjumlah 0 (nol)
  • Persentase pegawai yang melakukan pemeriksaan kesehatan kerja sebanyak 100%
  • Rasio jam penyuluhan 2,5 jam/orang
  • Zero fatal accident sebesar 100%
  • Nilai Frequency Severity Indicator sebesar 0,0002

Kegiatan dan Dampak Kuantitatif

Pelaksanaan Program K3 Tahun 2018

Seluruh kegiatan operasional yang dilakukan Perseroan selalu mengacu pada prinsip kehati-hatian dan penekanan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan karyawan. Pada tahun 2018, Perseroan melaksanakan beberapa program peningkatan kompetensi pegawai di bidang K3 dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang, untuk memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Jumlah pegawai yang tersertifikasi per 31 Desember 2018 berjumlah 321 pegawai.

Selain itu, Perseroan juga melaksanakan pelatihan internal mengenai K3 di Diklat PTBA yang diikuti oleh 275 pegawai di lini manajemen. Selain peningkatan kompetensi pegawai, peningkatan kelayakan peralatan produksi dan penunjang kegiatan usaha sesuai dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit juga dilakukan agar peralatan/unit yang digunaan dapat menjamin keselamatan dan keamanan para karyawan ketika melakukan pekerjaan. Pada tahun 2018, sebanyak 23 unit peralatan pendukung kegiatan usaha Perseroan telah tersertifikasi; terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit), instalasi listrik (2 unit), dan sebanyak ± 3.700 unit (sarana, dump truck & alat berat) telah diberi tanda izin operasi oleh KTT.

Kinerja K3 Tahun 2018

Perseroan terus berusaha untuk meningkatkan kegiatan preventif dan partisipasi seluruh pegawai untuk menerapkan aturan K3. Hal ini dimaksudkan untuk terus menekan tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan Perseroan. Sepanjang tahun 2018, statistik kecelakaan kerja dan kinerja K3 di PTBA adalah sebagai berikut:

 

 

Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran (TPKK)

Untuk meminimalisir terjadinya risiko Kecelakaan Kerja, Perseroan membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran (TPKK) yang berada di bawah koordinasi Satuan Keselamatan Pertambangan dan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (KP&K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim. Tugas utama tim TPKK adalah mengorganisasikan dan mengendalikan aktivitas penanggulangan kecelakaan dan kebakaran, termasuk penanggulangan kondisi darurat di luar Perseroan.

Hingga tahun 2018, anggota tim TPKK berjumlah 50 orang, terdiri dari Mine Rescue Team sebanyak 15 orang dan Emergency Response Team sebanyak 35 orang. Pada tahun ini telah dilakukan pelatihan Emergency pada 35 orang anggota Emergency Respon Team, Sertifikasi kebakaran kelas B untuk 8 orang Mine Rescue Team dan dilakukan sertifikasi kebakaran kelas A untuk 1 orang Mine Rescue Team, serta pelatihan Mud Rescue kepada 1 anggota Mine Recue Team oleh Kementrian ESDM.

Berbagai pelatihan, pembenahan organisasi, penjagaan unjuk kerja peralatan maupun penambahan peralatan standar terus dilakukan demi meningkatkan kualitas TPKK. Selain itu, mereka juga menyelenggarakan latihan penanggulangan dan pertolongan korban kebakaran di ruang tertutup maupun di area terbuka, yang diselenggarakan secara mandiri dan rutin di areal kelolaan Perseroan. Tim ini juga siap berpartisipasi dalam penanggulangan musibah di pemukiman yang ada di sekitar area penambangan sebagai wujud kepedulian Perseroan terhadap komunitas sekitar.

Selain menjalani kegiatan di internal Perseroan, TPKK juga mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan K3 di luar lingkungan Perseroan, yaitu dari Indonesian Fire & Rescue Challenge (IFRC) setiap tahunnya. Tahun 2018, PTBA mengirimkan 14 anggota tim TPKK untuk mengikuti pelatihan IFRC ke-18 di Balangan, Kalimantan Selatan.

TPKK juga berpartisipasi dalam penanggulangan musibah di sekitar area penambangan sebagai bentuk kepedulian Perseroan terhadap komunitas sekitar.