Inilah Metode Analisa Kualitas Batu Bara yang Digunakan PTBA

Inilah Metode Analisa Kualitas Batu Bara yang Digunakan PTBA

Harga batu bara sangat tergantung pada kualitas, semakin baik kualitas maka akan semakin tinggi pula harganya. Itulah sebabnya kualitas batu bara yang telah ada harus selalu dijaga agar tidak terjadinya perbedaan kualitas terhadap kontrak yang telah disepakati dengan pembeli.

Kualitas batu bara terdiri dari beberapa parameter, yaitu Total Mouisture (TM), Inherent Moisuter (IM), Fixed Carbon (FC), Ash, Volatile Matter (VM), Total Sulfur (TS) dan Calorie Value (CV). Pada umumnya, terdapat 2 metode analisa yang digunakan untuk mengetahui kualitas batu bara yaitu air-dried based (adb) dan as received (ar).

Analisa air-dried base (adb) adalah analisa conto batu bara yang dilakukan dalam keadaan kelembaban udara sekitarnya. Conto batu bara akan didiamkan beberapa waktu sehingga kandungan moisture berkurang. Sedangkan analisa as recievied (ar)  adalah analisa contoh batu bara yang langsung dilakukan ketika conto tersebut diterima di laboratorium sehingga kandungan moisture saat pengambilan conto batu bara sangat berpengaruh terhadap nilai kualitas.

Perbedaan mendasar pada kedua analisa ini dipengaruhi oleh Total Moisture (TM). Kandungan TM yang tinggi dapat menurunkan kualitas batu bara, terutama pada nilai Calorific Value (CV). Apabila nilai TM meningkat secara otomatis maka nilai kalori pun akan turun, sebaliknya apabila TM dapat dijaga atau diturunkan maka nilai CV akan relative stabil bahkan akan meningkat.

Hingga akhir tahun 2015 untuk data kegiatan operasional, PTBA mengunakan analisa kualitas (adb) sebagai acuan kerja, namun saat ini analisa kualitas yang digunakan adalah (ar). Hal ini dilakukan karena tuntutan pasar dan lebih mempermudah kordinasi mengenai kualitas dari kegiatan hilir hingga ke hulu.