TENTANG

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

 

Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, mencakup azas transparency, accountability, responsibility, independency dan fairness, secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan.

Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah :

 

Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, pelanggan, mitra kerja, serta masyarakat dan lingkungan.

Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan.

Mengelola sumber daya secara lebih amanah.

Mengelola risiko secara lebih baik.

Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders.

Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan.

Mengelola risiko secara lebih baik.

Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik.

 
Komitmen, konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif, mencakup :
  • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG - GCG Award” di Jakarta, nilai skor meningkat dari 82,27 menjadi 84,11 di tahun 2010.
  • The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor.
  • 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura.
Perseroan melakukan assessment praktek GCG tahun 2008 dan hasilnya Perseroan mendapatkan nilai total 89,75 dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG baik.
 
Pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG, diantaranya:
  1. Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru, yaitu : Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual), GCG Code, Code of Conduct
  2. Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan. Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang:
  3. Kebijakan tentang Benturan Kepentingan
  4. Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah, Suap dan sejenisnya.
  5. Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
  6. Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran.
  7. Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai.


 

ORGAN PERUSAHAAN



GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission.
 

Komite Good Corporate Governance bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG. Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), biasa disebut Konarba dan PSDM, merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010.

Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG, bertugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan, yang dibentuk oleh, dan bekerja untuk, serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan, termasuk asuransi, pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high extreme risk di kenali dan dimitigasi.

 
Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur hal-hal yang menjadi tanggung jawab Perseroan, individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan, yang meliputi:
  • Etika bisnis perseroan
  • Etika perilaku individu
  • Sosialisasi dan pelaporan atas pelanggaran
  • Pernyataan kepatuhan code of conduct
Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS,” yaitu Percaya, Terbuka, Positif, Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi, Profesional, Beriman.
Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG, Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional, untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik, mencakup di antaranya:
  1. Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy)
  2. Pengelolaan Risiko
  3. Transaksi Benturan Kepentingan
  4. Transaksi Orang Dalam
  5. Manajemen Kinerja
  6. Manajemen Mutu
  7. Transaksi Afiliasi
  8. Pemberian dan Penerimaan Hadiah
  9. Pengadaan Barang/Jasa
Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut.
  • Penerapan asas Transparansi
  • Penerapan asas Akuntabilitas
  • Penerapan asas Responsibilitas
  • Penerapan asas Independensi
  • Penerapan asas Kewajaran/Fairness