Ekspor Batubara dan Diversifikasi Usaha PTBA Siap Dukung Perekonomian Indonesia

Holding Indonesia Pertambangan menyelenggarakan Press Conference di Gedung Energi, Jakarta (12/9). Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Menteri BUMN – Rini Soemarno ini bertujuan untuk memberikan informasi kinerja produksi dan transaksi ekspor dari seluruh anggota Holding BUMN Tambang – Inalum, Antam, Bukit Asam, dan Timah.

Sebagai anggota holding BUMN Industri Pertambangan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berkomitmen untuk terus turut serta dalam memajukan ekonomi Indonesia melalui penjualan batubara produksi PTBA baik untuk pasar domestik maupun ekspor, serta melalui berbagai pengembangan teknologi dan produk PTBA.

Sepanjang semester I tahun 2018 ini, PTBA telah berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 2,58 Triliun atau meningkat 49% dari laba semester I tahun 2017 sebesar Rp 1,72 Triliun. Selain itu, pendapatan PTBA juga mengalami kenaikan 17% dari pendapatan semester I tahun 2017 menjadi Rp 10,53 triliun. Salah satu faktor pendukung peningkatan pendapatan PTBA adalah penjualan batubara ekspor dengan menjual batubara kalori tinggi.

Hingga semester I 2018 ini, PTBA telah berhasil menjual 12,22 juta ton dengan komposisi 6,37 juta ton atau 52,1% untuk pasar domestik dan 5,85 juta ton atau 47,9% untuk pasar ekspor. Pada pasar ekspor, batubara PTBA dipasok ke beberapa negara seperti China, India, Thailand, Hongkong, dan beberapa negara lainnya.

Pada 2018 ini, PTBA mulai mengekspor batubara medium to high calorie sebagai strategi PTBA dalam menyiasati Domestic Market Obligation (DMO). Seiring dengan harga batubara yang semakin naik dan permintaan batubara yang meningkat, PTBA bersiap untuk memenuhi permintaan batubara high calorie untuk pasar ekspor. Hingga akhir semester II tahun 2018 ini, PTBA akan semakin meningkatkan penjualan batubara high calorie-nya untuk pasar ekspor. Sepanjang tahun 2018 ini, PTBA memperkirakan penjualan batubara ekspor mencapai 12,14 juta ton.

Peningkatan penjualan batubara PTBA pada semester I tahun 2018 ini tentunya memberi peningkatan pendapatan PTBA sekaligus memberi sumbangsih yang cukup besar terhadap devisa untuk negara dari ekspor batubara PTBA.

Tak hanya melakukan peningkatan penjualan, PTBA juga telah mulai untuk melakukan hilirisasi batubara. Hal ini terlihat dari penandatanganan kesepakatan kerjasama hilirisasi batubara yang dilakukan PTBA dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada Desember 2017 lalu. Melalui hilirisasi ini, batubara akan diubah menjadi produk turunan batubara yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

PTBA juga mengembangkan diversifikasi usaha salah satunya melalui PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, yang akan segera dimulai konstruksinya. Nantinya, listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera.

Pada tahun 2018 ini, PTBA juga telah mengalokasikan Rp 6,55 Triliun untuk investasi. Dana investasi yang dialokasikan PTBA ini terdiri dari Rp 1,43 Triliun untuk investasi rutin dan Rp 5,12 Trilun untuk investasi pengembangan. Dengan nilai alokasi investasi yang besar, PTBA yakin mampu tumbuh untuk mengembangkan diversifikasi produk dan meluaskan jangkauan penjualan produknya.

Sebagai anggota holding BUMN Industri Tambang, PTBA juga telah siap bersinergi dengan anggota holding BUMN Industri Tambang lainnya. Berbagai sinergi antar holding BUMN Industri Tambang telah disiapkan antara lain proyek PLTU Halmahera Timur berkapasitas 2x40 MW. Pada proyek ini PTBA akan menyediakan pasokan energi bagi pabrik baru Feronikel milik PT Antam Tbk di Halmahera Timur. PTBA juga akan melakukan sinergi dengan PT Inalum (Persero) Tbk pada proyek PLTU Kuala Tanjung berkapasitas 2x350 MW yang akan menyediakan pasokan energi listrik bagi pabrik ekspansi Alumunium Smelter II.

Berbagai pengembangan usaha tersebut, sejalan dengan tagline PTBA “Beyond Coal” di mana PTBA terus berupaya untuk melakukan hilirisasi batubara. Melalui hilirisasi batubara ini, PTBA berharap dapat terus meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan PTBA. Melalui hal tersebut, PTBA dapat terus berkontribusi untuk perekonomian Indonesia melalui penerimaan devisa serta Penerimaan Negara Bukan Pajak. Holding Indonesia Pertambangan menyelenggarakan Press Conference di Gedung Energi, Jakarta (12/9). Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Menteri BUMN – Rini Soemarno ini bertujuan untuk memberikan informasi kinerja produksi dan transaksi ekspor dari seluruh anggota Holding BUMN Tambang – Inalum, Antam, Bukit Asam, dan Timah.

Sebagai anggota holding BUMN Industri Pertambangan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berkomitmen untuk terus turut serta dalam memajukan ekonomi Indonesia melalui penjualan batubara produksi PTBA baik untuk pasar domestik maupun ekspor, serta melalui berbagai pengembangan teknologi dan produk PTBA.

Sepanjang semester I tahun 2018 ini, PTBA telah berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 2,58 Triliun atau meningkat 49% dari laba semester I tahun 2017 sebesar Rp 1,72 Triliun. Selain itu, pendapatan PTBA juga mengalami kenaikan 17% dari pendapatan semester I tahun 2017 menjadi Rp 10,53 triliun. Salah satu faktor pendukung peningkatan pendapatan PTBA adalah penjualan batubara ekspor dengan menjual batubara kalori tinggi.

Hingga semester I 2018 ini, PTBA telah berhasil menjual 12,22 juta ton dengan komposisi 6,37 juta ton atau 52,1% untuk pasar domestik dan 5,85 juta ton atau 47,9% untuk pasar ekspor. Pada pasar ekspor, batubara PTBA dipasok ke beberapa negara seperti China, India, Thailand, Hongkong, dan beberapa negara lainnya.

Pada 2018 ini, PTBA mulai mengekspor batubara medium to high calorie sebagai strategi PTBA dalam menyiasati Domestic Market Obligation (DMO). Seiring dengan harga batubara yang semakin naik dan permintaan batubara yang meningkat, PTBA bersiap untuk memenuhi permintaan batubara high calorie untuk pasar ekspor. Hingga akhir semester II tahun 2018 ini, PTBA akan semakin meningkatkan penjualan batubara high calorie-nya untuk pasar ekspor. Sepanjang tahun 2018 ini, PTBA memperkirakan penjualan batubara ekspor mencapai 12,14 juta ton.

Peningkatan penjualan batubara PTBA pada semester I tahun 2018 ini tentunya memberi peningkatan pendapatan PTBA sekaligus memberi sumbangsih yang cukup besar terhadap devisa untuk negara dari ekspor batubara PTBA.

Tak hanya melakukan peningkatan penjualan, PTBA juga telah mulai untuk melakukan hilirisasi batubara. Hal ini terlihat dari penandatanganan kesepakatan kerjasama hilirisasi batubara yang dilakukan PTBA dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada Desember 2017 lalu. Melalui hilirisasi ini, batubara akan diubah menjadi produk turunan batubara yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

PTBA juga mengembangkan diversifikasi usaha salah satunya melalui PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, yang akan segera dimulai konstruksinya. Nantinya, listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera.

Pada tahun 2018 ini, PTBA juga telah mengalokasikan Rp 6,55 Triliun untuk investasi. Dana investasi yang dialokasikan PTBA ini terdiri dari Rp 1,43 Triliun untuk investasi rutin dan Rp 5,12 Trilun untuk investasi pengembangan. Dengan nilai alokasi investasi yang besar, PTBA yakin mampu tumbuh untuk mengembangkan diversifikasi produk dan meluaskan jangkauan penjualan produknya.

Sebagai anggota holding BUMN Industri Tambang, PTBA juga telah siap bersinergi dengan anggota holding BUMN Industri Tambang lainnya. Berbagai sinergi antar holding BUMN Industri Tambang telah disiapkan antara lain proyek PLTU Halmahera Timur berkapasitas 2x40 MW. Pada proyek ini PTBA akan menyediakan pasokan energi bagi pabrik baru Feronikel milik PT Antam Tbk di Halmahera Timur. PTBA juga akan melakukan sinergi dengan PT Inalum (Persero) Tbk pada proyek PLTU Kuala Tanjung berkapasitas 2x350 MW yang akan menyediakan pasokan energi listrik bagi pabrik ekspansi Alumunium Smelter II.

Berbagai pengembangan usaha tersebut, sejalan dengan tagline PTBA “Beyond Coal” di mana PTBA terus berupaya untuk melakukan hilirisasi batubara. Melalui hilirisasi batubara ini, PTBA berharap dapat terus meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan PTBA. Melalui hal tersebut, PTBA dapat terus berkontribusi untuk perekonomian Indonesia melalui penerimaan devisa serta Penerimaan Negara Bukan Pajak.